Kata Kader NU Zainul Maarif Setelah Dipecat Gara-gara Berkumpul Presiden negara Israel
Jakarta – Kader Nahdlatul Ulama, Zainul Maarif, meminta-minta maaf dikarenakan sudah pernah mengakibatkan ketidaknyamanan akibat pertemuannya dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Hal itu diungkapkan Zainul setelahnya Pengurus Wilayah NU DKI Ibukota Indonesia mengeluarkan dirinya dari kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU DKI Jakarta.
Zainul mengungkapkan pertandingan dengan Isaac Herzog berlangsung di luar rencana yang sebelumnya telah dilakukan dijadwalkan.
“Pertemuan dengan Presiden negara Israel itu cuma pertandingan tambahan (tentatif) dari kegiatan inti ‘Penelitian Lapangan lalu Dialog Lintas Iman untuk Perdamaian’ yang dimaksud diselenggarakan pada Palestina serta Israel, 30 Juni – 5 Juli 2024,” kata Zainul pada informasi tertoreh pada Jumat, 19 Juli 2024.
Dia mengklaim dirinya membela hak-hak rakyat Palestina ketika bertemu Isaac Herzog. “Kami memohonkan Presiden negeri Israel untuk tak memerangi warga Palestina lagi,” ucap dia.
PWNU DKI Ibukota Indonesia sebelumnya mengakhiri empat pengurus sebab dianggap telah lama menjalin hubungan dengan Israel. Salah satu pengurus yang dipecat, yaitu Zainul Maarif, sempat pergi ke negeri Israel untuk menemui Presiden Isaac Herzog.
Selain Zainul Maarif, terdapat tiga pengurus PWNU DKI Ibukota Indonesia lainnya, yaitu Mukti Ali Qusyairi, Roland Gunawan, lalu Sapri Saleh. Mereka adalah pengurus LBM NU DKI Jakarta. LBM diketahui adalah sayap intelektual yang ada dalam bawah NU.
Ketua PWNU DKI Ibukota Indonesia Samsul Ma’arif mengemukakan pemecatan keempat pengurus yang dimaksud telah lama dibahas di rapat jajaran pengurus daerah. “Memutuskan bahwa beberapa penduduk yang dimaksud terlibat secara langsung maupun tiada dengan segera pada keberangkatan anak NU ke Israel itu diberhentikan dari kepengurusan Lembaga Bahtsul Masail PWNU Jakarta,” kata Samsul pada penjelasan tercatat pada Kamis, 18 Juli 2024.
Samsul menyampaikan keempat khalayak itu diketahui terlibat pada organisasi Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Damai atau Rahim. Organisasi itu sebelumnya disebut sebagai contoh organisasi lobi negeri Israel pada Indonesia oleh Ketua Umum Pengurus Besar NU atau Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf.
Menurut Samsul, ketiga pengurus yang mana dipecat memiliki keterkaitan dengan keberangkatan Zainul kemudian beberapa orang kader NU lainnya ke Israel. “Ya ada keterkaitan lah, ada keterkaitan komunikasi dengan pemberangkatan. Ada komunikasi dengan pihak Israel,” ucap Samsul.
Meski begitu, Samsul menyatakan Zainul Maarif, Mukti Ali, Roland Gunawan, dan juga Sapri Saleh masih merupakan kader NU di dalam lingkup Jakarta. Mereka pun masih berhak mengikuti kegiatan-kegiatan NU. “Tetapi merek sudah ada tiada lagi bagian daripada kepengurusan LBM PWNU DKI Jakarta,” ujar Samsul.
Artikel ini disadur dari Kata Kader NU Zainul Maarif Setelah Dipecat Gara-gara Bertemu Presiden Israel





