Kunjungi Nigeria, Meghan Markle Girang Diperlakukan seperti Anggota Kerajaan

JAKARTA – Meghan Markle serta Pangeran Harry menghabiskan 72 jam untuk berpartisipasi pada acara penggalangan dana lalu bertemu tokoh-tokoh penting.
Pakar kerajaan Tom Quinn menyatakan Meghan Markle merasa melakukan pekerjaan yang digunakan hebat juga merasa senang diperlakukan seperti anggota paruh waktu Keluarga Kerajaan.
Bahkan, kunjungan Duke serta Duchess of Sussex ke Nigeria sebagai “perjalanan kerajaan mini” dan juga sebagai kesuksesan besar.
“Meghan meninjau kunjungannya ke Nigeria sebagai kesuksesan besar kemudian bukti bahwa ia benar selama ini – ia serta Harry seharusnya diizinkan menjadi bangsawan paruh waktu lantaran mereka itu sangat ahli di hal itu,” kata Tom Quinn terhadap Mirror.
“Wajah Meghan selama tur Nigeria telah menunjukkan semuanya. Kesenangannya diperlakukan sebagai tokoh besar bukan dapat dipungkiri. Di sisi lain, Harry rutin kali tampak tiada yakin pada dirinya sendiri,” ucapannya lagi.
Namun, ekspresi Meghan Markle dinilai tak percaya diri juga sedikit sedih seperti anak kecil – ekspresi seseorang yang dimaksud diminta melakukan sesuatu yang digunakan tidaklah pernah ia yakini oleh pasangannya yang dimaksud lebih tinggi percaya diri.
Terbawa oleh kepercayaan diri istrinya, kemungkinan besar tidak ada pernah terpikir oleh Harry bahwa berpura-pura mengikuti tur resmi Kerajaan ke Nigeria semata-mata memproduksi saudara laki-lakinya kemudian ayahnya, Raja Charles, semakin marah padanya juga semakin bertekad untuk menjauhinya.
Pangeran Harry, Adipati Sussex, bereaksi selama kunjungannya di area Lightway Academy. Tom Quinn mengungkapkan Raja Charles serta Pangeran William merasa “sangat marah” melawan tur Harry lalu Meghan.
“William benar-benar marah kemudian bertekad untuk menemukan cara agar hal ini tidaklah terjadi lagi di area masa mendatang. Charles disebut-sebut lebih lanjut marah daripada siapa pun yang mana pernah melihatnya. Yang benar-benar menghasilkan semua orang kesal adalah kenyataan bahwa orang-orang Nigeria memperlakukan Meghan lalu Harry seolah-olah dia juga menganggap ini sebagai tur resmi – semua tanda-tandanya terlihat jelas ketika pasangan itu disambut dengan tarian, resepsi, kunjungan ke sekolah, serta kegiatan amal,” tuturnya.
Namun, seseorang sumber yang mana dekat dengan Sussex bersikeras bahwa perjalanan merekan ke Nigeria tiada ada hubungannya dengan Keluarga Kerajaan.
Berbicara untuk People, sumber yang disebutkan menyatakan bahwa tur Nigeria tidak upaya untuk menyoroti kesenjangan yang dimaksud dirasakan di beban kerja Keluarga Kerajaan, yang digunakan ketika ini tidak ada hanya saja dipengaruhi oleh ketidakhadiran Harry lalu Meghan, juga perawatan tumor ganas Raja Charles juga Kate Middleton.






