Bisnis

BI Tahan Suku Bunga 6,25%, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp15.499

JAKARTA – Kuantitas tukar (kurs) rupiah pada perdagangan hari ini ditutup melemah 64 poin atau 0,41% ke level Rp15.499 setelahnya sebelumnya di tempat Rp15.435 per USD. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat dibuka pada level Rp15.450 per USD.

Pengamat bursa uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar Negeri Paman Sam dipengaruhi laporan penggajian bulanan yang mana lemah dalam awal bulan ini menjadi katalis bagi lonjakan volatilitas di area seluruh kelas aset, menciptakan para pelaku bursa bersiap menghadapi kemungkinan guncangan lain dengan data yang mana direvisi yang mana akan dirilis pada hari Rabu.

“Laporan penggajian tanggal 2 Agustus menghasilkan para tukang jualan berlomba-lomba memperkirakan prospek Fed perlu memangkas suku bunga setengah persen poin pada pertemuan kebijakan pertengahan September, memacu kemungkinan tersirat dari langkah yang disebutkan menjadi sekitar 71%, menurut FedWatch Tool dari CME Group,” tulis Ibrahim pada risetnya, Rabu (21/8/2024).

Baca Juga: Bank Indonesia Konsisten Tahan Suku Bunga Acuan di tempat Level 6,25%

Pidato utama Powell pada hari Hari Jumat di area simposium kegiatan ekonomi Jackson Hole di dalam Kansas City Fed akan diurai dengan hati-hati untuk mencari petunjuk tentang kemungkinan besarnya pemotongan suku bunga bulan depan, juga apakah biaya pinjaman kemungkinan akan diturunkan pada setiap konferensi Fed berikutnya.

Sementara, Menteri Luar Negeri Negeri Paman Sam Antony Blinken mengakhiri perjalanan ke Timur Tengah yang digunakan dimaksudkan untuk membantu menengahi perjanjian gencatan senjata di dalam Gaza. Blinken serta mediator dari Mesir kemudian Qatar sudah pernah meningkatkan harapan untuk “proposal penjembatan” AS, yang tersebut dapat mempersempit kesenjangan antara kedua belah pihak pada peperangan yang digunakan sudah berlangsung selama 10 bulan.

Para peniaga akan mencermati sesi khusus parlemen Jepun pada hari Jumat. Gubernur BOJ Kazuo Ueda akan bersaksi lalu fokus akan tertuju pada nadanya setelahnya wakilnya yang dimaksud berpengaruh Shinichi Uchida mengambil sikap yang tersebut lebih lanjut dovish awal bulan ini, membantu menenangkan pasar.

Dari sentimen domestik, ketidakpastian global terkait ketegangan geopolitik kemudian prospek perkembangan sektor ekonomi global masih mengkhawatirkan, sehingga menyebabkan risiko bagi pergerakan rupiah meskipun kondisi kegiatan ekonomi domestik Indonesia cukup kuat. Perlambatan perekonomian global ini dapat memberikan tekanan pada sektor eksternal Indonesia, sehingga meningkatkan risiko pelebaran defisit neraca kegiatan berjalan di area berada dalam tren ekspansi defisit fiskal.

Oleh dikarenakan itu, Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate di tempat level 6,25% di Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI bulan Agustus 2024. Keputusan mempertahankan BI rate 6,25% ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter yang digunakan pro stabilitas.

Kemudian, BI mematok naiknya harga tahun 2024 berada dalam kisaran 2,5% plus minus 1%. Ia juga menyebut, kebijakan ini juga didukung dengan penguatan operasi moneter untuk menguatkan efektivitas stabilisasi nilai tukar rupiah juga masuknya aliran modal asing.

Related Articles

Back to top button