Kesan Janggal Pemecatan Prof Bus, Guru Besar Unair Lain Duga Ada Alasan Tersembunyi
Surabaya – Salah satu Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga (Unair), Profesor Abdul Hafid Bajamal, turut menganggap pemecatan dekan ke lembaganya janggal. Tempat dekan itu sebelumnya harus dilepas oleh Profesor Budi Santoso yang akrab disapa sebagai Prof Bus.
“Ada hal-hal lain yang tersebut menengarai pemecatan Prof Bus, tapi tiada tertoreh penyebabnya. Hal ini kesalahan besar,” ucap Hafid terhadap Tempo, Sabtu, 6 Juli 2024.
Menurut Hafid, kesan janggal itu dirasakan beberapa Guru Besar lain di Fakultas Medis (FK) Unair. Pemecatan dekan biasanya disebabkan kesalahan fatal, seperti pelanggaran asusila, kode etik, atau langkah pidana. Pemecatan Prof Bus bahkan tidaklah didahului dengan surat peringatan.
Perbuatan Prof Bus, kata Hafid, sejauh ini belaka sebagai pandangan akademis mengenai kebijakan pemerintah. Prof Bus sebelumnya menyatakan tiada setuju mengenai kebijakan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, yang tersebut akan mendatangkan dokter asing ke Indonesia.
“Apa pengaruh hukumnya? Apakah kebijakan menteri akan terhambat gara-gara pernyataan itu? Prof Bus juga belum menjelaskan detail mengenai dokter asing apa yang dimaksud?” tutur Hafid. Dia juga mengatakan pemecatan sepihak adalah bentuk kekacauan universitas.
Kejanggalann ini memunculkan dugaan persoalan adanya penyebab lain pada balik pemecatan Prof Bus. Alasan itu belum diungkapkan Rektor Unair, Profesor Mohammad Nasih, secara tertoreh terhadap jajarannya.
Sivitas akademika FK Unair juga sempat merespons pemecatan Prof Bus lewat aksi ‘Save Prof Bus’ pada 4 Juli lalu. Guru Besar FK sekaligus Rektor Unair 2001-2006, Puruhito, menyatakan forumnya ingin mengetahui alasan pemecatan tersebut.
“Apakah Prof Bus bicaranya salah ke mata pemerintah? Ya kita bicara kan tergantung warga yang mana menerima. Kalau di mata saya tidak,” tutur dia.
Rektor Unair, Profesor Nasih, menolak berkomentar masalah pencopotan Prof Bus pada waktu ditanyai wartawan usai salat jumat ke Masjid Ulul Azmi Kampus C Unair, pada 5 Juli 2024. Nasih pun enggan menceritakan masalah kronologis pemberhentian Prof Bus. “Nggak ada komentar dulu,” tandas dia.
Artikel ini disadur dari Kesan Janggal Pemecatan Prof Bus, Guru Besar Unair Lain Duga Ada Alasan Tersembunyi





