Pangeran Harry Ternyata Ingin Tinggalkan Kerajaan sejak 2017, Tercapai usai Nikahi Meghan Markle

JAKARTA – Hampir empat tahun Pangeran Harry dan juga Meghan Markle meninggalkan Kerajaan Inggris juga menetap di dalam Amerika Serikat. Namun, bertahun-tahun sebelumnya, ternyata Pangeran Harry mengakui bahwa ia mempertimbangkan untuk mengundurkan diri untuk menjalani ‘kehidupan biasa.’
Hanya dua tahun setelahnya pernikahan kerajaan yang digunakan indah pada 2018, Pangeran Harry serta Meghan Markle meninggalkan Inggris untuk merancang keberadaan baru dalam California juga melakukan penandatanganan kesepakatan besar dengan perusahaan, seperti Netflix lalu Spotify.
Dalam sebuah wawancara pada 2017, Duke of Sussex mengaku bahwa beliau pernah “ingin keluar” dari Kerajaan dan juga hanya saja menginginkan “kehidupan biasa”. Dalam sebuah obrolan, yang digunakan kemudian dilaporkan di dalam Mail On Sunday, Harry, yang mana pada waktu itu berusia 32 tahun, menceritakan perjuangannya, tetapi mengungkapkan bahwa ia akhirnya memutuskan untuk bertahan berkat pribadi kerabat.
“Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun dengan bermalas-malasan juga saya bukan ingin bertambah dewasa. Saya merasa ingin keluar, tetapi kemudian memutuskan untuk tetap saja tinggal juga mencari peran untuk diri saya sendiri,” kata Pangeran Harry.
Pangeran Harry menyatakan ia termotivasi oleh kesetiaannya terhadap mendiang neneknya, Ratu Elizabeth. Dalam wawancara yang digunakan sama, semata-mata setahun setelahnya bertemu Meghan, Harry menceritakan harapannya dalam masa depan untuknya serta anak-anaknya.
“Saya bertekad untuk miliki keberadaan yang dimaksud relatif normal kemudian apabila saya cukup beruntung untuk miliki anak, mereka juga dapat memilikinya,” ucap Pangeran Harry.
Sementara, tampaknya 2024 akan menjadi tahun yang mana penting bagi Harry lalu Meghan di hal apa yang tersebut akan terjadi pada karier mereka pada masa depan. Namun, menurut pakar kerajaan Tessa Dunlop, pasangan itu mampu mempertahankan ‘kemampuan bicara’ pada 2023 – juga itu bisa jadi jadi strategi ‘berisiko tinggi’ merekan yang tersebut menimbulkan mereka itu bertahan hingga Tahun Baru.
“Terlepas dari semua rumor, pernikahan merekan tampak solid juga merek tetap memperlihatkan menjadi salah satu dari sedikit merek global yang dimaksud dapat menyingkirkan peperangan juga bencana internasional dari halaman depan. Pertanyaan untuk 2024 adalah apakah dia dapat mengubah daya tarik clickbait itu menjadi sesuatu yang dimaksud lebih besar tahan lama?” tuturnya.
“Banyak badai media yang mana ditimbulkan Sussex tahun ini merupakan sisa dari ‘bom kebenaran’ yang meledak pasca kepergian merek dari keluarga kerajaan pada tahun 2020 (termasuk badai ras yang dimaksud dipicu oleh Endgame). Di luar Invictus Games lalu serial Netflix yang menyertainya, Archewell Productions telah terjadi mencolok dengan ketidakhadirannya,” ujar beliau lagi.
Tessa Dunlop menyatakan apa yang digunakan terjadi selanjutnya benar-benar penting, mungkin saja itulah sebabnya dia membutuhkan waktu. Sementara, rekonsiliasi dengan Keluarga Kerajaan tampaknya bukan kemungkinan besar terjadi pada waktu dekat.
“Semua mata tertuju pada dalam mana juga kapan Meghan akan meluncurkan usaha perusahaan yang digunakan sangat dinanti-nantikan yang tersebut mirip dengan blog gaya hidupnya yang digunakan lama, Tig. Pasangan itu tampaknya tumbuh pesat dengan strategi berisiko tinggi, tetapi dengan begitu sejumlah orang yang digunakan menginginkan merekan gagal, mereka tiada mampu lagi menyia-nyiakan merek mereka pada 2024. Bumi sedang memperhatikan,” ujar Tessa Dunlop.






