Pulau Pramuka Masuk 50 Besar Desa Wisata Terbaik 2024, Sandiaga Uno Nikmati Alam Bawah Lautnya

JAKARTA – Pulau Pramuka masuk 50 besar Desa Wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Tentunya hal ini dapat memperkuat perkembangan pariwisata serta ekonomi kreatif di dalam Kepulauan Seribu.
Apalagi, untuk mencapai raihan ini tak mudah, Pulau Pramuka harus bersaing dengan 60.000 Desa Wisata di area Indonesia.
Pulau Pramuka sendiri miliki wisata air yang dimaksud menakjubkan, seperti keindahan terumbu karang hingga pesona hamparan mangrove. Ada juga kuliner lokal yang mana siap menggoyang lidah wisatawan.
Dalam tinjauannya, Menteri Peluang Usaha Pariwisata juga Perekonomian Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno telah terjadi menjajal sebagian destinasi wisata dalam Pulau Pramuka.
Sandiaga juga sempat melakukan snorkeling sambil mengibarkan bendera di dalam laut terdalam Pulau Pramuka pada rangka memperingati HUT ke-79 Indonesia.
“Kita tadi sudah ada wisata sejarah, wisata bahari, investasi terumbu karang, telah melakukan pengibaran bendera di area bawah air terdalam, sedalam 15 meter,” ujar Sandiaga Uno.
Sandiaga Uno mengaku bangga dengan capaian Pulau Pramuka yang tersebut masuk 50 besar Desa Wisata Terbaik pada event ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) 2024.
“Saya ingin mengucapkan selamat akibat kepulauan seribu ini punya prospek memajukan pariwisata serta ekonomi, selain itu kuta baru meresmikan Desa Wisata Pramuka sebagai salah satu desa terbaik dari ADWI 2024,” tuturnya.
Lebih dari 85 persen rakyat Pulau Pramuka sendiri bergerak di area bidang wisata, seperti transplantasi terumbu karang yang mana memiliki penghasilan Rp40 jt per bulan.
Ada juga pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil serta Menengah) yang mana mengirimkan beberapa banyak makanan lokal hingga cenderamata asli Kepulauan Seribu.
Sandi pun tak menyia-nyiakan kunjungannya untuk memborong beberapa barang UMKM di area Pulau Pramuka.
“Saya nggak mau ke di tempat ini belaka Rohali, rombongan hanya saja lihat-lihat, saya ingin menjadi Rojali, rombongan yang digunakan jajan-jajan serta jadi beli komoditas sektor ekonomi kreatif,” ucapnya sambil berkelakar.






