Apakah Canelo, Tim Tszyu Atau Carl Froch Petinju Pembangkang?

Apakah Saul Canelo Alvarez , Tim Tszyu atau Carl Froch petinju pembangkang yang bukan mampu dikendalikan siapa pun? Ketiga petinju ini dikenal sulit diatur serta semata-mata ingin mengikuti kemauannya sendiri di menentukan lawan yang dimaksud akan dihadapinya.
Saul Canelo Alvarez kemudian Tim Tszyu tak mau diatur oleh Turki Alalshikh, yang mana ketika ini dikenal memiliki uang sehingga dapat mengatur semua petinju yang digunakan diinginkannya. Dialah yang mana memulai jabat tangan, biasanya dengan para promotor, serta dialah yang tangannya tidak ada semata-mata memegang tangan orang lain, tetapi juga kunci masa depan tinju.
Faktanya, oleh sebab itu alasan inilah para promotor merasa puas untuk memegang tangannya dan juga melakukan apa yang mana diperintahkan. Karena alasan ini juga, begitu sejumlah petinju yang ingin bekerja dengan Turki Alalshikh dan juga membiarkannya membimbing dia dengan cara yang digunakan dulunya merupakan pekerjaan lalu hak istimewa manusia promotor.
Untuk para petarung ini, Anda tidaklah mampu berada di area tangan yang digunakan tambahan baik pada tahun 2024. Di tangan Alalshikh, dia tak cuma menemukan uang, tetapi juga promotor merekan sendiri yang dimaksud berada di area tengah-tengah. Oleh dikarenakan itu, merek tahu bahwa masuk akal, dari segi finansial, untuk melakukan apa yang dimaksud dikatakan Alalshikh juga melawan lawan yang dimaksud ia inginkan.
Para pembangkang, yang jumlahnya sedikit, berisiko mengisolasi diri mereka sendiri kemudian menjadi orang buangan. Tim Tszyu, misalnya, baru-baru ini diberi angin oleh Alalshikh, dalam depan kamera, mungkin saja sebab tidaklah setuju untuk bergandengan tangan lalu sebaliknya ingin mempertahankan otonomi di kariernya.
Demikian pula, Saul Canelo Alvarez, mungkin saja satu-satunya petinju yang kekuatannya dapat menyaingi Alalshikh, sudah merasakan kemarahan Yang Mulia sebab bermain bola keras dengan Terence Crawford, mainan baru favorit Alalshikh. Ternyata itu adalah jawaban yang tersebut salah, lalu sekarang Canelo telah terjadi menjadikan dirinya sebagai musuh kemudian dengan demikian mengungkapkan sisi lain dari Alalshikh yang dimaksud sebelumnya disembunyikan dari publik.
Lebih terbuka sekarang, juga lebih banyak optimis, Alalshikh jelas tiada suka dikatakan tidak ada dan, sebelum mendengar hal itu, sangat yakin bahwa pertempuran salibnya dalam dunia tinju bukan akan ditentang. Dia juga miliki alasan yang kuat untuk mempercayai hal ini, khususnya mengingat cepatnya berbagai promotor membiarkan yang lalu berlalu dan juga setuju untuk bergandengan tangan di satu lingkaran raksasa.
Selain itu, tidak ada dapat disangkal bahwa pengaruh Alalshikh pada dunia tinju, yang mana cukup besar juga terus berkembang, telah terjadi menghasilkan kembali beberapa pertarungan luar biasa, yang digunakan tiada akan terwujud tanpa semangat kemudian kekuatan finansialnya. Untuk itu, Alalshikh berhak mendapatkan pujian, juga rasa hormat dan juga komitmen dari mereka itu yang mana berada di dalam pada konten olahraga untuk mendapatkan tumpangan yang digunakan mudah juga mengizinkannya mendanai petualangan kecil mereka.
Pendekatan ini tentu semata menghurangi risiko. Hal ini juga memungkinkan para promotor untuk menjadi promotor bagi diri mereka itu sendiri, bukannya petarung, yang mana bagi beberapa orang, telah lama menjadi impian selama ini. Namun, bagi seseorang seperti Canelo, setidaknya ada pilihan di hal ini.






