Nasional

Cerita Mantan Tahanan Tidak Diizinkan Salat hari terakhir pekan Gara-gara Belum Setor Bulanan

JAKARTA – Mantan terpidana tindakan hukum proyek perkembangan Gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), Dono Purwoko mengaku dilarang menunaikan ibadah salat hari terakhir pekan pada waktu mendekam di area Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi ( Rutan KPK ). Larangan salat hari terakhir pekan itu lantaran belum setor bulanan.

Hal itu diungkapkan Dono Purwoko pada waktu menjadi saksi ndalan tindakan hukum dugaan pungutan liar ( pungli ) di area Rutan KPK. Awalnya, Jaksa menanyakan Dono persoalan ada atau tidaknya ancaman ketika dirinya belum membayar ‘setoran bulanan’. Di ruang sidang, Dono mengaku tidaklah mendapat ancaman. Namun, ia menyebutkan dipersulit untuk menunaikan salat Jumat.

“Tidak, tidaklah pernah mengancam itu, tapi yang jelas saya mengalami ketika sebelum dipanggil itu saya jumatan gak bisa,” kata Dono di area ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Awal Minggu (2/9/2024).

“Jadi menurut saya ini adalah suatu indikasi bahwa akan ada kerepotan-kerepotan atau masalah-masalah ketika nanti berproses hukum menghadapi permasalahan saya ini,” sambungnya.

Kendati begitu, ia sempat menyampaikan membantah terhadap petugas yang dimaksud menghalanginya. Akhirnya pun ia diperbolehkan untuk salat Jumat.

“Karena belum bayar terus untuk beribadah Jumatan juga dipersulit, gitu?” tanya Jaksa.

“Iya, bagaimanapun juga akhirnya dikeluarkan (diizinkan solat Jumat),” jawab Dono.

Setelah itu, Dono mengaku rutin melakukan pembayaran setiap bulannya. Setelahnya, ia bukan lagi dihalangi untuk Jumatan. “Terus kalau membayar ibadahnya juga lancar?,” tanya Jaksa.

“Iya,” jawab Dono.

Related Articles

Back to top button