Nasional

Tak Laporkan Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi, Kaesang Terancam Dilengserkan dari Kursi Ketum PSI

JAKARTA – Kaesang Pangarep , putra bungsu Presiden Jokowi terancam dilengserkan dari kursi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Dia bukan melaporkan dugaan gratifikasi pesawat jet pribadi yang mana diterimanya dari pribadi pengusaha perusahaan jika Singapura ketika jalan-jalan ke Amerika Serikat sama-sama istrinya Erina Gudono juga keluarganya baru-baru ini ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Selestinus mengatakan, masyarakat telah terjadi memberikan perhatian yang tersebut sungguh-sungguh terhadap siapa pun pengurus negara atau pegawai negeri yang digunakan diduga melakukan kolusi, korupsi juga nepotisme (KKN).

Tentunya dengan memberikan laporan atau informasi terhadap KPK tentang dugaan KKN dimaksud sebagai wujud peran juga publik di pencegahan kemudian pemberantasan aksi pidana korupsi.

Salah satu buktinya adalah laporan warga untuk KPK terhadap Kaesang Pangarep, Bobby Nasution juga istrinya Kahiyang Ayu, juga Presiden Jokowi melawan banyak dugaan KKN terkait jabatan Jokowi selaku Presiden.

Kemudian, laporan terbaru terkait dugaan gratifikasi pengaplikasian Jet Pribadi atau Privat Jet Gulfstream G650ER oleh Kaesang Pangarep juga istrinya Erina Gudono untuk perjalanan ke Amerika Serikat yang tersebut menelan biaya Rp8 miliar lebih, yang tersebut ternyata diabaikan KPK.

“Namun anehnya, desakan umum agar Kaesang juga Erina mengklarifikasi hal ihwal pengaplikasian jet pribadi dimaksud, apakah itu terkait hubungan industri antara si pemilik jet pribadi kemudian keluarga Presiden Jokowi ataukah dengan Wali Perkotaan Solo pada waktu itu Gibran Rakabuming Raka (keduanya adalah pelopor negara dan juga punya keluarga, kroni lalu relasi pengusaha-pengusaha), atau murni terkait hubungan perusahaan antara Kaesang juga pemilik jet pribadi dimaksud,” ujar Petrus yang mana juga Koordinator Pergerakan Advokat (Perekat) Nusantara di area Jakarta, Mulai Pekan (9/9/2024).

Perburuk Kedudukan PSI

Sikap dan juga perilaku Kaesang yang mana bukan tanggap terhadap pengumuman publik, yaitu terhadap kepentingan umum, khususnya kepentingan pemberantasan KKN, dinilai Petrus tak cuma merugikan PSI oleh sebab itu sebagai ketua umum kemudian anak Presiden, Kaesang bukan memberikan contoh atau suri teladan dan juga lembaga pendidikan kebijakan pemerintah yang tersebut baik terhadap masyarakat.

“Selain itu, sikap Kaesang jelas merugikan kepentingan umum, di dalam mana KPK bertindak diskriminatif kemudian tidak ada independen di menghadapi tindakan hukum Kaesang,” sesalnya.

“Jika kita meninjau rekam jejak perjalanan Kaesang ketika pertama kali masuk menjadi anggota PSI tanggal 23 September 2023, serta hanya saja pada tempo dua hari atau tanggal 25 September 2023 didapuk menjadi Ketua Umum PSI, tanpa ada jenjang kaderisasi yang tersebut dilalui sebagaimana digariskan pada pada Anggaran Dasar dan juga Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PSI, sehingga merusak sistem meritokrasi sekaligus memperburuk kedudukan PSI di dalam mata masyarakat sebagai partai yang mana belaka mau mengekor pada penguasa,” lanjutnya.

Petrus menyatakan ekspektasi seluruh kader PSI dengan masuknya Kaesang menjadi anggota sekaligus Ketua Umum PSI secara instan menjauhi pemilihan raya 2024, dimaksudkan agar PSI lolos Parliamentary Threshold 4% dari ucapan sah nasional hasil pemilihan raya 2024. Namun langkah pragmatis yang disebutkan gagal total kemudian menambah catatan kegagalan menghadapi siasat yang mana dibangun PSI, yaitu mengambil jalan pintas merekrut Kaesang tanpa kaderisasi, semata-mata bermodal privilise sebagai anak Presiden, namun gagal memperoleh ucapan minimal 4% dimaksud.

Lengserkan Kaesang

Cara Kaesang masuk PSI dinilai Petrus sudah pernah menghapus harapan berbagai anak muda lalu kader PSI yang digunakan telah berdarah-darah mendirikan partai itu, tetapi terpinggirkan hanya saja oleh sebab itu pragmatisme elite-elite PSI, juga privilise Kaesang sebagai anak Presiden Jokowi, yang tersebut pada tempo kurang dari dua bulan berakhir telah privilise sebagai anak Presiden.

“Karena Kaesang gagal menghadirkan PSI lolos Parliamentary Thresholds 4%, lagi pula muncul skandal Jet Pribadi Gulfstream G650ER yang digunakan beraroma kental sebagai gratifikasi atau KKN model lainnya juga menjadi sorotan rakyat akibat KPK seolah-olah menjadi juru bicara sekaligus pembela Kaesang, maka aksi advokasi rakyat akan makin masif sehingga merugikan PSI,” ungkapnya.

Karena itu, pilihan terbaik adalah melengserkan Kaesang dari jabatan Ketua Umum PSI lewat Kongres Luar Biasa (KLB), adili lewat Mahkamah Partai, lalu kembalikan PSI sebagai partai urusan politik anak muda yang cerdas yang lepas dari jebakan dinasti urusan politik Jokowi.

Related Articles

Back to top button