Gandeng Fintech P2P, Bank Sampoerna Perluasan Layanan Keuangan Digital

JAKARTA – PT Inovasi Terdepan Nusantara (360Kredi) serta Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) berkolaborasi untuk memperluas jangkauan layanan keuangan digital bagi masyarakat. Kerja serupa loan channeling atau penerusan kredit ini didasari oleh keinginan warga untuk mengakses layanan keuangan yang mana terus meningkat.
CEO 360Kredi, Kuseryansyah mengatakan, kerja sejenis ini adalah bagian penting pada perniagaan penyediaan layanan keuangan inklusif yang aman, mudah, kemudian cepat, yang merupakan misi 360Kredi. Melalui kerja sebanding ini pula, kata Kuseryansyah, 360Kredi kemudian Bank Sampoerna berperan terlibat di memperkuat perkembangan sektor ekonomi penduduk Indonesia untuk menjadi lebih besar baik kemudian madani.
Kuseryansyah berharap kerja serupa ini bisa saja berjalan panjang, meningkat kemudian sehat, juga mengakibatkan khasiat bagi masyarakat. “Adanya kerja sebanding ini sekaligus menjadi milestone penting bagi perkembangan 360Kredi,” ujar Kuseryansyah, di dalam Jakarta, Selasa (6/8/2024).
Dia melanjutkan, 360Kredi kemudian Bank Sampoerna meyakini bahwa kerja mirip ini akan dapat memberikan dampak positif bagi bidang fintech kemudian perbankan.
Ia juga menambahkan, kerja mirip ini juga mengukuhkan komitmen 360Kredi di mengembangkan serta menguatkan bidang fintech melalui peer to peer lending bagi perekonomian nasional, sekaligus upaya untuk meningkatkan sumbangan di mencapai inklusi keuangan yang tersebut semakin merata di tempat Indonesia.
“Kerja mirip ini merupakan salah satu bentuk adanya kepercayaan dari mitra sektor perbankan untuk perusahaan. Tentu kepercayaan ini akan meningkatkan kualitas penyaluran pendanaan secara merata,” tegas dia.
Direktur Finance & Business Planning Bank Sahabat Sampoerna, Henky Suryaputra menegaskan, Bank Sampoerna menyambut baik terjalinnya kemitraan dengan platfrom P2P lending 360Kredi di membantu pertumbuhan fintech lending sebagai solusi pendanaan bagi masyarakat.
“Kemitraan dengan 360Kredi mencerminkan satu dari tiga pilar utama perusahaan, yaitu UMKM, pengembangan teknologi, serta kolaborasi,” ungkap Henky.
Dengan menguatkan kolaborasi dan juga digitalisasi, kata Henky, pihaknya berharap dapat membantu publik lalu pelaku UMKM di mendapatkan akses pendanaan produktif dengan tambahan mudah.
Sejak awal berdirinya, Bank Sahabat Sampoerna konsisten pada pemberdayaan UMKM. “Hal ini tercermin dari jumlah agregat penyaluran kredit UMKM Bank Sampoerna per Juni 2024 yang mana mencapai 65,52% dari total kredit yang mana disalurkan,” tuturnya.
Adapun penandatanganan kerja mirip dilaksanakan dalam Gedung Bank Sahabat Sampoerna pada Jumat, 2 Agustus 2024. Kerja sejenis ini dilandasi oleh kesamaan visi di memberikan solusi keuangan yang menjawab permintaan klien di pengembangan juga penguatan sistem ekologi keuangan digital.






