Gangguan Alat Windows Global, ketua eksekutif CrowdStrike: Perlu Berminggu-minggu untuk Pemulihan Total lalu Waspadai Malware
Jakarta – Sistem TI global masih pada masa pemulihan pasca pembaruan CrowdStrike menyebabkan pemadaman besar-besaran pada komputer Windows dalam seluruh planet pada Hari Jumat lalu. Banyak kegiatan bisnis juga organisasi yang dimaksud terkena dampaknya, termasuk maskapai penerbangan, rumah sakit, bank, dan juga perusahaan telekomunikasi.
CEO CrowdStrike George Kurtz mengingatkan bahwa kemungkinan besar diperlukan waktu berminggu-minggu sebelum kita mengawasi pemulihan total, dan juga banyak organisasi yang mana masih menghadapi dampak buruknya beberapa hari kemudian.
Ada beberapa dampak gangguan Windows global selama tiga hari ini yang dicatat oleh Mashable, 22 Juli 2024.
Pemadaman CrowdStrike berdampak pada 8,5 jt komputer Windows
Dalam postingan blog pada hari Sabtu, Microsoft mengungkapkan bahwa sekitar 8,5 jt perangkat Windows terkena dampak pembaruan CrowdStrike. Meskipun bilangan yang dimaksud merupakan bilangan yang dimaksud sangat besar, perusahaan mencatatkan bahwa bilangan bulat yang disebutkan masih “kurang dari satu persen dari seluruh mesin Windows”.
“Meskipun persentasenya kecil, dampak sektor ekonomi kemudian sosial yang dimaksud luas mencerminkan pemakaian CrowdStrike oleh perusahaan yang tersebut menjalankan sejumlah layanan penting,” tulis Wakil Presiden Security Organisasi lalu OS Microsoft David Weston.
Ratusan penerbangan Amerika Serikat masih dibatalkan atau ditunda
Meskipun maskapai penerbangan berupaya untuk kembali ke jalur yang tersebut benar, merekan masih merasakan dampak dari pemadaman CrowdStrike. Pelacak penerbangan FlightAware melaporkan bahwa 1.970 penerbangan ke, dari, atau ke Amerika Serikat dibatalkan pada hari Minggu, sementara 9.934 penerbangan ditunda.
Sebagai perbandingan, terdapat 932 pembatalan serta 12.579 penundaan pada hari Kamis, sehari sebelum pemadaman.
Pelaku jahat telah lama menyamarkan malware sebagai perbaikan CrowdStrike
Di sedang kekacauan hari Jumat, direktur utama CrowdStrike George Kurtz memberi peringatan komunitas untuk permanen waspada terhadap pelaku jahat yang tersebut mencoba mengeksploitasi situasi. Meskipun CrowdStrike sudah menerbitkan solusi untuk pemadaman ini, bahayanya permanen ada yaitu pekerja kerah putih yang tersebut panik mungkin saja pertama kali menemukan malware yang digunakan disamarkan sebagai solusinya.
Itu adalah peringatan keras yang digunakan relevan. Bleeping Computer melaporkan bahwa pelaku kejahatan menyamar sebagai CrowdStrike atau Bank BBVA kemudian memerintahkan pemukim untuk memasang malware setidaknya pada dua kampanye jahat. Pelaku jahat ini secara keliru mengklaim bahwa perangkat lunak yang dimaksud merupakan pembaruan untuk memperbaiki permasalahan CrowdStrike, padahal perangkat lunak yang disebutkan akan membajak komputer pengguna atau menghapus data mereka.
Pemadaman CrowdStrike dapat mengakibatkan kerugian miliaran dolar
Dengan perlahan-lahan mereda, berbagai yang bertanya-tanya siapa yang mana akan menanggung kerugian finansial akibat pemadaman global. Menghitung biaya pemadaman CrowdStrike adalah hal yang tersebut sulit pada tahap awal ini, teristimewa dikarenakan sistem masih di tahap pemulihan. Namun, para ahli menyatakan bahwa jumlahnya mampu mencapai miliaran dolar.
Apakah klien CrowdStrike dapat mengklaim kompensasi dari perusahaan akan bergantung pada faktor-faktor seperti ketentuan pasti di kontrak mereka serta apakah kontrak yang dimaksud dilanggar. Jika hal ini bukan dilakukan, merekan yang dimaksud terkena dampak kemungkinan besar akan mencoba membantah klaim seperti kelalaian. Apa pun yang dimaksud terjadi, firma hukum Selandia Baru Russell McVeagh menganggap tuntutan hukum class action sebagai “kemungkinan nyata” mengingat besarnya skala pemadaman itu.
Perusahaan asuransi juga bersiap menghadapi banyaknya klaim mengenai pemadaman CrowdStrike, meskipun keberhasilan penggugat akan bergantung pada jenis pertanggungan yang dimaksud mereka itu miliki. Mengingat pemadaman bukanlah disebabkan oleh serangan jahat lalu tidak ada menyebabkan kehancuran properti, kemungkinan besar berbagai pemadaman yang tersebut bukan akan ditanggung.
Saham CrowdStrike sudah pernah anjlok hampir 22 persen sejak pemadaman pada hari Jumat, menghapus sekitar US$ 16 miliar dari nilai perusahaan. Jika merekan akhirnya harus membayar kompensasi, maka merek dapat mengalami kerugian yang lebih banyak besar lagi.
Artikel ini disadur dari Gangguan Perangkat Windows Global, CEO CrowdStrike: Perlu Berminggu-minggu untuk Pemulihan Total dan Waspadai Malware





