6 Pantangan Minuman untuk Hemodialisis, Catat Supaya Tak Salah Asupan

JAKARTA – Hemodialisis atau yang dimaksud biasa dikenal dengan istilah cuci darah adalah sebuah prosedur medis yang dimaksud digunakan untuk menghilangkan limbah lalu kelebihan cairan dari darah ketika ginjal tak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Terapi ini umumnya dijalankan pada pasien gagal ginjal kronis atau akut.
Hemodialisis adalah proses penyaringan darah menggunakan mesin dialisis yang dimaksud disebut dialyzer. Proses ini mengalirkan darah pasien melalui filter khusus yang digunakan menghilangkan zat-zat berbahaya, kelebihan garam, lalu cairan, sebelum darah yang digunakan sudah pernah dibersihkan dikembalikan ke tubuh.
Meski begitu, prosedur ini tidak ada bekerja seoptimal ginjal yang sehat, sehingga beberapa zat sisa maupun cairan kemungkinan besar masih menumpuk di area tubuh. Karena itu pasien hemodialisis perlu membatasi asupan makanan dan juga minuman tertentu.
Pantangan Minuman untuk Hemodialisis
1. Minuman Beralkohol
Alkohol dapat menyebabkan dehidrasi, yang dimaksud sangat berbahaya bagi pasien hemodialisis. Konsumsi alkohol yang dimaksud berlebihan dapat menyebabkan kehancuran lebih tinggi lanjut pada hati kemudian ginjal.
2. Minuman Berkarbonasi
Minuman bersoda banyak mengandung fosfor pada bentuk asam fosfat, yang dapat meningkatkan kadar fosfor pada darah. Beberapa minuman bersoda juga mengandung natrium yang digunakan tinggi, yang tersebut dapat menyebabkan retensi cairan juga meningkatkan tekanan darah.
3. Minuman Berkalium Tinggi
Buah-buahan seperti jeruk, pisang, lalu tomat mengandung kalium yang tersebut tinggi. Jus jeruk, terutama, mengandung berbagai kalium yang digunakan dapat berbahaya bagi pasien hemodialisis sebab ginjal dia tidak ada dapat mengeluarkan kalium secara efisien.
4. Minuman Mengandung Fosfor
Susu mengandung fosfor yang mana tinggi, yang digunakan bisa saja sulit dihilangkan oleh ginjal yang digunakan tak berfungsi dengan baik. Fosfor yang dimaksud berlebihan di darah dapat menyebabkan kehancuran tulang dan juga kalsifikasi pembuluh darah.
5. Minuman Mengandung Kafein Tinggi
Kafein pada kopi, teh, kemudian minuman energi dapat meningkatkan tekanan darah dan juga menyebabkan detak jantung yang dimaksud tidaklah teratur. Beberapa jenis teh, khususnya teh hitam juga teh hijau, mengandung kalium yang digunakan tinggi.
6. Minuman Berpemanis Buatan
Beberapa pemanis buatan dapat mempunyai efek samping yang negatif, khususnya pada fungsi ginjal lalu kondisi tubuh secara keseluruhan. Pemanis buatan dapat berkontribusi pada kesulitan kondisi tubuh lain seperti gangguan metabolisme.
Pada dasarnya air putih adalah pilihan terbaik untuk menghidrasi tubuh tanpa menambah kalium, fosfor, atau natrium.
Itulah beberapa minuman yang mana perlu dihindari oleh pasien hemodialisis. Selain minuman, pasien terapi ini juga sebaiknya bukan memakan makanan yang dimaksud mengandung berbagai fosfor, kalium, lalu garam.






