Penerangan mengenai mimpi buruk secara ilmiah

Ibukota – Mimpi buruk merupakan pengalaman tidur yang mana ditandai dengan mimpi yang mengganggu, disertai perasaan negatif seperti ketakutan, kecemasan, kesedihan, atau kemarahan.
Mimpi ini bersifat sangat nyata (vivid) lalu seringkali menyebabkan seseorang diciptakan dari tidurnya pada keadaan takut atau gelisah.
Walaupun mimpi buruk adalah hal yang umum terjadi, pada keadaan tertentu, ia dapat tumbuh menjadi gangguan yang tersebut dikenal sebagai nightmare disorder atau gangguan jiwa mimpi buruk.
Apa Itu mimpi buruk?
Secara ilmiah, mimpi buruk adalah mimpi yang tersebut terbentuk ketika seseorang berada di fase tidur REM (Rapid Eye Movement), yaitu fase tidur yang dimaksud ditandai dengan aktivitas otak yang dimaksud lebih tinggi kemudian aksi mata cepat. Mimpi buruk cenderung muncul pada paruh waktu malam kedua, saat siklus tidur REM menjadi lebih besar panjang.
Mimpi buruk berbeda dengan night terror (teror malam), yang umumnya terjadi pada anak-anak. Teror waktu malam biasanya tak diingat oleh penderitanya pasca terbangun, sedangkan mimpi buruk umumnya bisa jadi diingat dengan detail.
Gejala juga ciri-ciri mimpi buruk
Mimpi buruk biasanya miliki karakteristik berikut:
- Cerita di mimpi terasa nyata, penuh tekanan, lalu semakin menakutkan seiring berjalannya mimpi.
- Tema mimpi rutin berkaitan dengan ancaman terhadap keselamatan, kematian, atau pengalaman traumatis.
- Terbangun dari tidur dengan perasaan takut, cemas, atau marah.
- Jantung berdebar, tubuh berkeringat, lalu sulit kembali tidur.
- Ingatan terhadap mimpi yang dimaksud biasanya jelas ketika terbangun.
- Jika berjalan secara berulang, dapat menyebabkan rasa takut untuk tidur dan juga mempengaruhi kualitas hidup pada siang hari.
Jika mimpi buruk terjadi sangat sering, menyebabkan gangguan tidur, juga mempengaruhi aktivitas harian, maka dapat dikategorikan sebagai gangguan jiwa mimpi buruk (nightmare disorder).
Kapan harus berkonsultasi ke dokter?
Mimpi buruk adalah bagian dari pengalaman tidur yang dimaksud umum, khususnya pada anak-anak, namun juga dapat dialami pendatang dewasa.
Dalam sebagian besar kasus, mimpi buruk tak berbahaya kemudian tiada memerlukan perawatan khusus. Namun, apabila berjalan secara terus-menerus kemudian menyebabkan masalah pada keberadaan sehari-hari, maka perlu penanganan medis.
Menjaga kesejahteraan mental, menyavoid stres berlebihan, memperbaiki kebiasaan tidur, juga berkonsultasi dengan tenaga kesegaran profesional dapat membantu mengatasi mimpi buruk secara efektif.
Penyebab Ilmiah Mimpi Buruk
Walaupun pendorong pasti mimpi buruk belum sepenuhnya diketahui, beberapa orang factor berikut diyakini dapat memicunya:
1. Stres dan juga kecemasan
Kondisi emosional seperti stres akibat pekerjaan, sekolah, kehilangan khalayak tercinta, atau rasa takut akan ditinggalkan dapat memicu mimpi buruk.
2. Trauma psikologis
Orang yang mana mengalami insiden traumatis seperti pelecehan, perundungan, atau kecelakaan dapat mengembangkan kelainan stres pascatrauma (PTSD) yang mana memulai mimpi buruk berulang.
3. Gangguan tidur
Beberapa gangguan tidur seperti sleep apnea, narkolepsi, insomnia, kemudian restless babak syndrome (sindrom kaki gelisah) diketahui berkontribusi pada terjadinya mimpi buruk.
4. Efek samping obat
Penggunaan ramuan tertentu, teristimewa yang mempengaruhi sistem saraf pusat seperti antidepresan kemudian obat tekanan darah, dapat menyebabkan mimpi yang tersebut mengganggu.
5. Kebiasaan sebelum tidur
Aktivitas tertentu seperti memerhatikan film horor, membaca cerita menegangkan, atau mengonsumsi makanan berat sebelum tidur mampu menyebabkan mimpi buruk.
6. Permasalahan kesehatan
Kondisi medis seperti demam tinggi, gangguan jantung, juga penyakit mental seperti gangguan mental kecemasan atau depresi juga dapat menyebabkan mimpi buruk.
7. Alkohol juga NAPZA
Konsumsi alkohol berlebihan lalu penyalahgunaan narkoba sanggup mengganggu pola tidur alami, menyebabkan fragmentasi tidur, dan juga memulai mimpi buruk.
Mimpi buruk adalah bagian dari pengalaman tidur yang digunakan umum, teristimewa pada anak-anak, namun juga dapat dialami pemukim dewasa. Dalam sebagian besar kasus, mimpi buruk tidak ada berbahaya serta tak memerlukan terapi khusus. Namun, jikalau terjadi secara terus-menerus dan juga menyebabkan kelainan pada hidup sehari-hari, maka perlu penanganan medis.
Artikel ini disadur dari Penjelasan mengenai mimpi buruk secara ilmiah






