Profil Peter F Gontha, Eks Komisaris Garuda yang digunakan Dihujat Pendukung Timnas di area Instagram

JAKARTA – Peter F Gontha sekarang ini berada dalam mendapat berbagai sorotan warganet usai menyalahkan Timnas Indonesia. Awalnya eks Komisaris Garuda Indonesia itu mengungkapkan apabila merasa malu pasca Timnas sepak bola pada masa kini dipenuhi oleh pemain naturalisasi.
Timnas Indonesia yang digunakan dipenuhi oleh pemain naturalisasi itu memang sebenarnya fakta yang digunakan ada dalam lapangan ketika ini. Meski begitu, pada dua laga terakhir Timnas di dalam Kualifikasi Piala Bumi 2026, Tim Garuda sukses memetik hasil positif dengan bermain imbang menghadapi dua negara langganan Piala Dunia.
Hanya ada dua pemain non-naturalisasi yang mana diturunkan dalam awal laga oleh Shin Tae yong, yakni Witan Sulaiman serta Rizky Ridho. Bukannya bangga setelahnya timnas menerima dua hasil positif, Peter F Gontha justru merasa malu terhadap Timnas yang tersebut dipenuhi pemain naturalisasi.
Pernyataan yang dimaksud secara langsung ditanggapi negatif oleh para warganet khususnya pecinta sepak bola Tanah Air. Tidak cukup sampai disitu, mantan Duta Besar (Dubes) RI untuk Polandia itu juga menuding bahwa para pemain keturunan miliki paspor ganda.
Profil Peter F Gontha
Pernyataan-pernyataan kontroversial Peter F Gontha terhadap Timnas Indonesia yang berada dalam tumbuh ini lantas menimbulkan berbagai orang penasaran akan sosoknya. Diketahui apabila dirinya adalah salah satu entrepreneur sukses yang tersebut pernah duduki beberapa sikap penting.
Pria kelahiran 4 Mei 1948 ini merupakan putra dari pasangan V. Willem Gontha kemudian Alice. Meski sekarang ini telah dilakukan dikenal sebagai manusia yang sukses, Peter memulai karirnya dari bawah.
Ketika masih kuliah, Peter bahkan sempat bekerja sebagai sopir taksi, pelayan restoran, kelasi, hingga menjadi pembersih karat kapal demi membiayai pendidikannya.
Peter pernah bekerja sebagai awak kapal pesiar Holland-America Line yang tersebut berpusat dalam Belanda kemudian rutenya trans-Atlantik, mendapat beasiswa belajar akunting di tempat Praehap Institute Belanda dari Shell.






